Cara Ampuh Mengurangi Kandungan Gula di Nasi agar Lebih Aman untuk Pasien Diabetes

Ilustrasi Nasi
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle –Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa nasi rasanya belum lengkap. Namun, nasi—terutama nasi putih, sering dianggap musuh bagi pasien diabetes atau mereka yang menjaga kadar gula darah. Alasannya, nasi putih memiliki indeks glikemik (GI) tinggi, yang berarti dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi.

img_title 4 Minuman Nutrisi yang Aman Dikonsumsi saat Puasa untuk Penderita Diabetes dan Asam Lambung

Apakah ini berarti pasien diabetes harus berhenti makan nasi sama sekali? Tidak juga. Ada berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak glikemik nasi, sehingga tetap bisa menikmatinya dengan lebih aman. Artikel ini membahas trik praktis yang didukung oleh sains, termasuk penjelasan dari seorang ahli gizi lulusan Harvard, Dr. Shintani.

Mengapa Nasi Bisa Memicu Lonjakan Gula?

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah. Nasi putih biasa memiliki GI sekitar 70–80, yang tergolong tinggi.

img_title Resep Nasi Sehat Rendah Gula, Trik Dapur Sederhana yang Wajib Anda Coba!

Hal ini terjadi karena nasi putih sebagian besar terdiri dari pati sederhana yang cepat dicerna tubuh. Akibatnya, gula darah melonjak dalam waktu singkat setelah makan. Untuk pasien diabetes, kondisi ini tentu bisa membahayakan, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar dan tanpa kombinasi makanan lain.

1. Pilih Jenis Beras dengan GI Lebih Rendah

Tidak semua nasi sama. Jenis beras tertentu punya GI lebih rendah, sehingga lebih aman bagi pasien diabetes.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Tak Perlu Stop Makan Nasi, Ini Cara Aman Kurangi Karbohidrat untuk Turunkan Berat Badan