Gajian di Hari Jumat Bikin Lebih Implusif Buat Makan atau Belanja? Hati-hati Tanda Stres

Ilustrasi mengelola gaji
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle –Setiap akhir bulan, banyak karyawan merasakan euforia setelah menerima gaji. Namun, euforia ini sering kali berujung pada perilaku konsumsi impulsif, seperti jajan berlebihan dan pembelian barang yang tidak diperlukan. Fenomena ini dikenal dengan istilah "Hawa Jumat Gajian." Meskipun menyenangkan, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Mengapa Jumat Membuat Kita Lebih Bahagia: Psikologi di Balik Friday Feeling

Perilaku konsumsi impulsif sering kali dipicu oleh stres dan perasaan ingin menghargai diri sendiri setelah bekerja keras. Menurut instruktur medis di Harvard Medical School, Dr. Fatima Cody Stanford, stres meningkatkan kadar hormon kortisol dalam darah.

Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang membantu mengatur metabolisme tubuh. Ketika kadar kortisol meningkat, nafsu makan juga dapat meningkat, dan tubuh cenderung menyimpan lemak di sekitar perut. Stres juga dapat mengganggu tidur dan mendorong seseorang untuk mencari makanan, bahkan di tengah malam.

Antara Bakti dan Burnout, Pergulatan Batin Generasi Sandwich yang Jarang Terungkap

Selain itu, stres dapat mempengaruhi preferensi makanan. Penelitian menunjukkan bahwa stres fisik atau emosional meningkatkan konsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Kombinasi kadar kortisol yang tinggi dan insulin yang tinggi dapat berperan dalam hal ini.

Makanan tinggi lemak dan gula tampaknya memiliki efek umpan balik yang mengurangi respons stres dan emosi terkait. Dengan kata lain, makanan tersebut benar-benar menjadi "comfort food" karena tampaknya mengurangi stres, yang mungkin berkontribusi pada keinginan orang untuk mengonsumsinya saat stres.

Dampak Kesehatan dari Perilaku Makan Berlebihan

1. Lonjakan Gula Darah

Halaman Selanjutnya
img_title
8 Penyebab Kulit Kusam yang Perlu Anda Waspadai