Gajian di Hari Jumat Bikin Lebih Implusif Buat Makan atau Belanja? Hati-hati Tanda Stres

Ilustrasi mengelola gaji
Sumber :
  • Freepik

Konsumsi makanan manis secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Hal ini memicu pelepasan insulin yang berlebihan, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

2. Gangguan Pencernaan

5 Dampak Fatal Judi Online Diam-Diam Menguras Keuangan, Merusak Hubungan Sosial sampai Gangguan Kesehatan Mental

Makan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, mulas, dan gangguan pencernaan lainnya. Hal ini terjadi karena sistem pencernaan tidak dapat memproses makanan dalam jumlah besar secara efisien.

3. Stres dan Pengeluaran Tak Terkontrol

Perilaku konsumsi impulsif sering kali disertai dengan pengeluaran yang tidak terkontrol. Hal ini dapat menyebabkan stres finansial, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, menciptakan siklus stres yang berkelanjutan.

Kenapa Bekas Jerawat Susah Hilang? Ini Kebiasaan yang Jadi Penyebabnya

Profesor psikologi di University of California, San Francisco, Dr. Elissa Epel menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang. Menurutnya, hormon stres seperti kortisol dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak, sebagai respons tubuh terhadap stres. Setelah episode stres berakhir, kadar kortisol seharusnya menurun. Namun, jika stres tidak hilang atau respons stres seseorang tetap aktif, kadar kortisol dapat tetap tinggi.

Dr. Epel juga menekankan pentingnya kesadaran diri dalam mengelola stres dan perilaku makan. Dengan memahami pemicu stres dan dampaknya terhadap pola makan, individu dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi impulsif dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Halaman Selanjutnya
img_title
Kenapa Hati Terasa Lebih Plong di Hari Jumat Dibanding Hari Lain?