Campak Lebih Menular Daripada COVID-19? IDAI Tegaskan Pentingnya Imunisasi Pada Anak
- Freepik
Lifestyle – Penyakit campak, atau dikenal sebagai Measles Rubella (MR), kembali menjadi sorotan karena sifatnya yang sangat menular, bahkan melebihi tingkat penularan COVID-19. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menegaskan pentingnya imunisasi campak pada anak untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) yang kini mulai muncul di beberapa daerah, seperti Sumenep.
Dalam Seminar KLB Campak pada Anak dan Update Rekomendasi Vaksinasi IDAI pada Rabu, 27 Agustus 2025, dr. Piprim memaparkan bahwa campak adalah penyakit virus akut yang menyebar melalui droplet (percikan air liur) dan kontak langsung, menjadikannya ancaman serius bagi kesehatan anak.
Berikut ini adalah alasan mengapa imunisasi campak sangat penting, bagaimana penularannya begitu cepat, dan langkah-langkah yang perlu diambil orang tua untuk melindungi anak-anak mereka.
Mengapa Campak Lebih Menular dari COVID-19?
Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan penyakit ini kepada 12 hingga 18 orang lain dalam populasi yang tidak kebal.
Sebagai perbandingan, tingkat penularan COVID-19 pada varian awal diperkirakan hanya sekitar 2-3 orang per individu yang terinfeksi. Penularan campak terjadi melalui droplet yang dilepaskan saat batuk atau bersin, dan virus ini dapat bertahan di udara atau permukaan hingga dua jam.
Hal ini membuat campak sangat mudah menyebar di lingkungan yang padat, seperti sekolah atau tempat bermain anak.