Beda Kesemutan Biasa dengan Kesemutan Akibat Diabetes, Jangan Sampai Salah Anggap dan Terlambat

Ilustrasi kesemutan
Sumber :
  • Freepik

LifestyleHampir semua orang pernah mengalami kesemutan. Biasanya, kesemutan muncul ketika kita duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan posisi tangan tertindih. Begitu posisi tubuh diubah, sensasi tersebut perlahan hilang.

img_title 4 Minuman Nutrisi yang Aman Dikonsumsi saat Puasa untuk Penderita Diabetes dan Asam Lambung

Namun, tahukah Anda bahwa kesemutan juga bisa menjadi gejala penyakit serius, terutama diabetes? Kesemutan akibat diabetes tidak bisa dianggap remeh. Sensasi ini bukan lagi sekadar kebas sementara, melainkan tanda adanya kerusakan saraf yang dikenal dengan neuropati diabetik.

Membeda­kan kesemutan biasa dan kesemutan karena diabetes sangat penting, agar kita tahu kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Penyebab Kesemutan: Mekanis vs. Diabetes

img_title Dibalik Bencana Banjir Sumatera Ada Ancaman Serius Bagi Pasien Diabetes

Kesemutan biasa umumnya terjadi karena tekanan mekanis. Misalnya saat duduk dengan kaki terlipat, aliran darah dan saraf tertekan sehingga menimbulkan sensasi semut berjalan. Begitu tekanan hilang, saraf kembali normal dan kesemutan pun mereda dalam hitungan menit.

Berbeda dengan itu, kesemutan akibat diabetes disebabkan oleh kerusakan saraf jangka panjang akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali. Kondisi ini disebut neuropati diabetik. Saraf yang rusak tidak dapat pulih hanya dengan mengubah posisi tubuh, sehingga kesemutan muncul berulang atau menetap lebih lama.

Gejala dan Intensitas: Ringan vs. Mengganggu

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title 4 Rekomendasi Sereal Sehat untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi Harian, Bantu Jaga Gula Darah Lebih Stabil