Seharian Kerja, Pulang Malah Bawa Emosi: Apa Penyebabnya?
- Pixaby
Selain faktor fisik, tekanan psikologis memainkan peran besar dalam emosi negatif pasca kerja. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), kecemasan, depresi ringan, atau konflik interpersonal di tempat kerja dapat membuat seseorang lebih reaktif dan mudah marah.
"Tekanan psikologis yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan emosi seperti mudah marah dan stres,” demikian seperti dikutip dari National Institute of Mental Health (NIMH).
Tekanan psikologis ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata, tetapi efeknya nyata di rumah. Pekerja yang mengalami tekanan tinggi cenderung membawa pulang frustrasi dan kecemasan, yang dapat menimbulkan konflik dengan anggota keluarga atau pasangan.
Strategi Mengatasi Emosi Negatif Pasca Kerja
Untuk mengelola emosi negatif, kombinasi pendekatan fisik dan psikologis sangat dianjurkan. Berikut beberapa strategi yang disarankan oleh para ahli:
- Relaksasi dan Meditasi: Teknik pernapasan, meditasi, atau yoga dapat menurunkan hormon stres (kortisol) dan menenangkan pikiran.
- Olahraga Teratur: Aktivitas fisik ringan hingga sedang meningkatkan produksi endorfin, hormon yang memengaruhi perasaan bahagia dan mengurangi kecemasan.
- Tidur Berkualitas: Tidur cukup dan rutin membantu tubuh memulihkan energi, memperbaiki mood, dan mengatur emosi.
- Nutrisi Seimbang: Asupan protein, karbohidrat kompleks, serat, serta vitamin dan mineral mendukung kestabilan mood dan energi.
- Dukungan Sosial: Berbicara dengan teman, keluarga, atau konselor dapat membantu menyalurkan emosi, memberikan perspektif baru, dan mengurangi rasa tertekan.
"Mengelola stres kerja dengan baik dapat meningkatkan kesehatan mental dan produktivitas,” demikian dikutip dari Harvard Health Publishing