Jus Detoks untuk Diet Ternyata Bisa Membahayakan Tubuh? Ini Fakta Mengejutkannya!

Ilustrasi jus detoks
Sumber :
  • iStock

Diet jus detoks juga seringkali tidak memberikan cukup energi dan bisa menyebabkan defisit kalori yang ekstrem. Ini membuat penurunan berat badan sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Selain itu, tidak mengonsumsi makanan padat bisa menyebabkan rasa lapar dan mudah marah, sehingga sulit untuk bertahan menjalani diet ini.

Mitos: Jus detoks membantu menurunkan berat badan dan “membersihkan” tubuh dari racun.

Turun 1 Kg Dalam Semalam? Ini Penjelasan Ilmiah dan Tips Realistisnya!

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas “diet detoks” untuk menurunkan berat badan atau mengeluarkan racun. Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem detoks alami yakni hati, ginjal, paru-paru, dan sistem pencernaan bekerja terus-menerus untuk membuang zat limbah dan zat berbahaya.

Kulit juga bisa mengeluarkan zat sisa lewat keringat. Tidak ada bukti ilmiah bahwa diet khusus atau produk “detoks” diperlukan untuk mendukung proses ini pada orang yang sehat.

Turun Hingga 5 Kg dalam Seminggu, Tapi Aman? Begini Caranya Menurut Ahli Gizi

Bahkan Uni Eropa telah menolak pengajuan klaim kesehatan detoksifikasi pada berbagai makanan atau bahan karena kurangnya bukti ilmiah.

Kebanyakan diet jus detoks hanya menyebabkan penurunan berat badan sementara. Ini karena jumlah kalorinya sangat rendah, serta rendah protein dan serat. Beberapa program bahkan menyarankan hanya minum jus selama 10–21 hari, dengan total kalori kurang dari 1000 per hari.

Minum Ini 30 Menit Sebelum Makan Siang, Berat Badan Bisa Lebih Terkontrol!

Angka ini jauh di bawah kebutuhan energi harian orang dewasa di Eropa, yang menurut Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA), sekitar 2000 kkal/hari untuk perempuan dan 2500 kkal/hari untuk laki-laki. Para ahli menyarankan defisit kalori yang wajar untuk menurunkan berat badan adalah sekitar 500–750 kkal per hari.

Halaman Selanjutnya
img_title