Apakah Matcha Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya!

Ilustrasi Matcha
Sumber :
  • Pixabay

LifestyleMatcha, teh hijau bubuk khas Jepang, semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan kesehatan. Minuman ini dikenal kaya antioksidan dan nutrisi karena dikonsumsi seluruh daunnya, bukan hanya seduhannya seperti teh hijau biasa. 

img_title 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Mental, Begini Solusi dari Pemerintah

Banyak orang percaya bahwa matcha tidak hanya meningkatkan energi dan fokus, tetapi juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Namun, klaim ini sering memicu pertanyaan: apakah matcha benar-benar efektif menurunkan berat badan atau hanya mitos belaka? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat bukti ilmiah dan mekanisme kerja matcha dalam tubuh.

img_title 6 Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

Kandungan Katekin dan Pembakaran Lemak

Matcha kaya akan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang terbukti meningkatkan termogenesis. Termogenesis adalah proses tubuh membakar kalori menjadi panas, yang dapat membantu oksidasi lemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa EGCG dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama ketika dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan atau sedang. Efeknya memang modest, tetapi dapat mendukung upaya penurunan berat badan bila dikonsumsi rutin.

img_title Berat Badan Naik Saat Ramadan, Ini 7 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Kafein dalam Matcha Mendukung Metabolisme

Selain katekin, matcha juga mengandung kafein. Kombinasi kafein dan EGCG diyakini meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori lebih tinggi dibandingkan kafein atau katekin saja. Efek ini membuat matcha menjadi minuman populer bagi mereka yang ingin mendukung diet penurunan berat badan. Namun, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan efek samping seperti jantung berdebar atau sulit tidur.

Halaman Selanjutnya
img_title