Apakah Matcha Bisa Bikin Kurus? Ini Faktanya!
- Pixabay
Lifestyle – Matcha, teh hijau bubuk khas Jepang, semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan kesehatan. Minuman ini dikenal kaya antioksidan dan nutrisi karena dikonsumsi seluruh daunnya, bukan hanya seduhannya seperti teh hijau biasa.
Banyak orang percaya bahwa matcha tidak hanya meningkatkan energi dan fokus, tetapi juga bisa membantu menurunkan berat badan.
Namun, klaim ini sering memicu pertanyaan: apakah matcha benar-benar efektif menurunkan berat badan atau hanya mitos belaka? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat bukti ilmiah dan mekanisme kerja matcha dalam tubuh.
Kandungan Katekin dan Pembakaran Lemak
Matcha kaya akan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang terbukti meningkatkan termogenesis. Termogenesis adalah proses tubuh membakar kalori menjadi panas, yang dapat membantu oksidasi lemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa EGCG dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama ketika dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan atau sedang. Efeknya memang modest, tetapi dapat mendukung upaya penurunan berat badan bila dikonsumsi rutin.
Kafein dalam Matcha Mendukung Metabolisme
Selain katekin, matcha juga mengandung kafein. Kombinasi kafein dan EGCG diyakini meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori lebih tinggi dibandingkan kafein atau katekin saja. Efek ini membuat matcha menjadi minuman populer bagi mereka yang ingin mendukung diet penurunan berat badan. Namun, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan efek samping seperti jantung berdebar atau sulit tidur.