5 Tantangan Kelompok Masyarakat Prasejahtera dari Pendidikan hingga Risiko Kesehatan
- Freepik
Lifestyle – Tantangan hidup masyarakat prasejahtera selalu menjadi isu yang tak lekang oleh waktu. Ketika ekonomi bergerak cepat dan kebutuhan hidup terus meningkat, kelompok ini justru harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kualitas hidup.
Kalangan keluarga prasejahtera harus menghadapi pilihan sulit antara memenuhi kebutuhan dasar atau mengalokasikan dana untuk layanan dasar. Ketimpangan akses inilah yang membuat lingkaran kemiskinan semakin sulit diputus.
Dalam berbagai laporan lembaga internasional seperti Bank Dunia, UNICEF, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan masyarakat miskin masih menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi ketimpangan akses layanan dasar. Di Indonesia, potret serupa juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa kerentanan ekonomi kerap beririsan dengan masalah pendidikan dan kesehatan keluarga.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut lima tantangan utama yang umumnya dihadapi kelompok masyarakat prasejahtera, berdasarkan temuan dari lembaga-lembaga kredibel tersebut.
1. Kerentanan Ekonomi dan Pendapatan Tidak Stabil
Menurut World Bank, salah satu karakteristik utama rumah tangga prasejahtera adalah pendapatan yang tidak menentu. Umumnya, kalangan ini bekerja di sektor informal dengan penghasilan yang berubah-ubah setiap hari.
Kondisi ini akan akan menjadi masalah saat inflasi melonjak. Di mana biaya hidup meningkat sehinggga masyarakat miskin semakin rentan terhadap guncangan ekonomi seperti kenaikan harga pangan atau kehilangan pekerjaan.