Benarkah Lari 10K Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Kronis?

Ilustrasi lari marathon
Sumber :
  • Pixabay

Lifestyle – Aktivitas fisik, khususnya lari, telah lama diakui sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan. Lari jarak 10 kilometer (10K), yang termasuk dalam kategori lari jarak jauh, semakin populer di kalangan masyarakat sebagai target kebugaran. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah seberapa besar kontribusi lari 10K—dan lari secara umum—dalam menurunkan risiko penyakit kronis secara ilmiah.

Dasar Ilmiah Manfaat Lari

img_title 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Mental, Begini Solusi dari Pemerintah

Secara umum, aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang hingga tinggi seperti lari memiliki dampak signifikan terhadap sistem fisiologis tubuh. Manfaat ini berperan penting dalam pencegahan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

1. Kesehatan Kardiovaskular:

Lari secara teratur, termasuk lari 10K, memperkuat jantung sebagai otot. Aktivitas ini meningkatkan volume sekuncup (jumlah darah yang dipompa jantung per denyutan) dan meningkatkan efisiensi penggunaan oksigen (VO2 Max). 

img_title 6 Kota Kecil di Indonesia yang Cocok untuk Self-Healing Lebaran, Tertarik?

Berdasarkan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal terkemuka, partisipasi dalam lari dikaitkan dengan penurunan risiko mortalitas (kematian) akibat semua penyebab sebesar 27% dan mortalitas kardiovaskular sebesar 30% dibandingkan dengan non-pelari. 

Lari membantu melancarkan aliran darah, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan menjaga tekanan darah yang sehat, yang semuanya merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title 6 Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur