5 Kesalahan Umum Saat Diet dan Cara Menghindarinya Menurut Dokter
- Freepik
Lifestyle – Menurunkan berat badan sering kali dianggap sesederhana “makan lebih sedikit dan olahraga lebih banyak.” Padahal kenyataannya, banyak orang terjebak dalam kebiasaan diet yang keliru dan justru menghambat progres mereka sendiri.
Data dari Survey Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa prevalensi obesitas nasional meningkat dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023, dan diperkirakan lebih dari 68 juta orang dewasa akan hidup dengan obesitas pada 2025. Angka ini menjadi alarm serius bahwa penanganan obesitas membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar diet singkat.
"Mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan," kata Ignasius Hasim, VP Consultation & Diagnostics Halodoc.
Dari pengalaman tim Halofit dalam mendampingi pasien, ada lima kesalahan umum saat diet yang sering dilakukan banyak orang dan inilah cara menghindarinya.
1. Mengandalkan Diet Ekstrem Tanpa Pendampingan Profesional
Banyak orang tergoda mencoba diet ekstrem seperti menghilangkan satu kelompok makanan sepenuhnya, puasa terlalu lama, atau hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam jangka waktu panjang. Cara ini memang bisa menurunkan berat badan secara cepat, tetapi sering kali tidak bertahan lama dan berisiko bagi kesehatan.
Pendekatan ekstrem biasanya mengabaikan kebutuhan gizi tubuh, sehingga metabolisme dapat terganggu. Tanpa pengawasan dokter atau ahli gizi, risiko efek samping seperti kelelahan, kekurangan nutrisi, bahkan gangguan hormonal menjadi lebih tinggi. Program Halofit, misalnya, selalu dimulai dengan asesmen kondisi tubuh dan konsultasi medis sebelum menetapkan rencana makan personal.