Kenapa Banyak Orang Dewasa Sulit Bahagia?

Ilustrasi sulitnya menjadi dewasa
Sumber :
  • Freepik

Rasa tidak aman ini membuat banyak orang dewasa merasa terus-menerus harus membuktikan sesuatu, atau justru menarik diri karena takut ditolak lagi.

Luka Batin dan Perfeksionisme

img_title Daddy Issue vs Fatherless, Apa Bedanya? Simak Penjelasan Lengkapnya

Salah satu cara luka batin mengekspresikan diri adalah lewat perfeksionisme. Orang dengan luka batin sering berusaha menjadi sempurna agar diterima dan disayangi. Perfeksionisme menjadi ’tameng’ untuk menutupi rasa rendah diri.

Namun, perfeksionisme justru melelahkan. Karena standar yang terlalu tinggi, seseorang jadi terus merasa gagal, stres, dan tidak pernah puas. Padahal, akar masalahnya bukan pada pencapaian, melainkan pada luka emosional yang belum dipulihkan.

Luka Batin dan Kesulitan Menikmati Momen

img_title Harti-hati! 5 Tanda Perusahaan Red Flag yang Perlu Diwaspadai Calon Pekerja Muda

Banyak orang dewasa sulit benar-benar hadir di momen saat ini. Pikiran mereka mudah larut pada masa lalu (penyesalan, rasa sakit, trauma) atau masa depan (kecemasan, rasa takut gagal).

Rasa bersalah, ruminasi, dan kecenderungan mengontrol berlebihan membuat kebahagiaan sederhana terasa jauh. Akhirnya, meski ada hal-hal baik dalam hidup, tetap saja muncul rasa hampa.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Mengenal Lazy Girl Jobs yang Booming di Kalangan Gen Z, Ini Jawaban Lengkapnya