Kenapa Orang Jahat Terlihat Sukses Sedangkan Orang Baik Malah Tertinggal?

Ilustrasi bertengkar
Sumber :
  • Freepik

Sementara itu, orang baik sering meragukan diri sendiri, meremehkan pencapaian, atau menunggu orang lain menghargai usahanya. Menariknya orang jarang memperhatikan kepercayaan diri kecuali Anda menunjukkannya. Hal ini berbeda dengan orang jahat, mereka ahli dalam menunjukkannya.

Mereka menempatkan diri sendiri di depan

7 Cara Efektif Mengajari Anak untuk Berani Bilang Tidak

Dalam Give and Take, Adam Grant membagi orang menjadi givers (pemberi), takers (pengambil), dan matchers (penyeimbang). Givers adalah orang yang murah hati dan peduli, tipikal orang baik. Takers menempatkan diri mereka sendiri terlebih dahulu. Matchers menyeimbangkan keduanya.

Banyak orang jahat secara terang-terangan mementingkan diri sendiri. Mereka tidak merasa bersalah meminta kenaikan gaji, menuntut penghormatan, atau menempatkan kebutuhan mereka di atas orang lain. Dan Anda tahu? Dalam dunia yang sering memberi penghargaan pada suara paling keras, sikap ini efektif.

Mengapa Orang Baik Lebih Dulu Resign? Begini Penjelasan Ilmiah dari Ahli Organisasi

Orang baik sebaliknya, diajarkan untuk rendah hati, murah hati, dan peduli. Semua sifat mulia, tentu saja. Tapi terlalu banyak kerendahan hati bisa membuat Anda diabaikan, dibayar rendah, atau dimanfaatkan.

Dunia menghargai hasil, bukan niat

Faktanya sebagian besar sistem, baik dalam pekerjaan, uang, atau status, menghargai hasil. Tidak ada yang peduli apakah Anda baik, sabar, atau tidak mementingkan diri sendiri jika Anda tidak menghasilkan sesuatu yang menguntungkan mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title
10 Prinsip Kaum Minimalis untuk Hidup Hemat, Rumah Rapi, dan Pikiran Lebih Tenang