Kenapa Orang Jahat Terlihat Sukses Sedangkan Orang Baik Malah Tertinggal?
- Freepik
Orang baik, meski lambat naik, sering membangun hubungan dan reputasi yang bertahan lama. Mereka mungkin tidak membuat berita besar, tapi akhirnya menikmati kepuasan dan stabilitas yang lebih mendalam. Kesuksesan bukan hanya soal uang tapi juga ketenangan pikiran, penghormatan, dan kebahagiaan.
Ingat: strategi jahat berhasil tapi tidak bertahan lama
Menjadi jahat bisa memberi kemenangan cepat, tapi tidak bertahan lama. Buku seperti Good to Great oleh Jim Collins menekankan bahwa perusahaan yang dibangun atas nilai-nilai lebih unggul dalam jangka waktu yang panjang dibanding yang dibangun dengan taktik licik.
Pada akhirnya, orang jahat terlihat sukses karena mereka memprioritaskan diri sendiri dan bermain agresif. Tapi orang baik memiliki keuntungan jangka panjang. Mereka membangun kepercayaan, kredibilitas, dan koneksi yang berarti, hal yang tidak bisa digantikan oleh kemenangan cepat.
Kuncinya? Jangan tinggalkan kebaikan. Gabungkan dengan kepercayaan diri, strategi, dan harga diri. Saat itulah orang ’baik’ berhenti diabaikan dan mulai meraih kesuksesan yang layak mereka dapatkan.