Freelance vs Kerja Kantoran: Mana yang Lebih Cocok untuk Generasi Milenial dan Gen Z?
- Freepik
Dalam hal penghasilan, kerja kantoran jelas lebih stabil. Gaji bulanan tetap, ditambah tunjangan seperti BPJS, asuransi, THR, dan fasilitas lainnya membuat pekerja kantoran lebih aman secara finansial.
Berbeda dengan freelance, di mana penghasilan bisa naik-turun tergantung banyaknya proyek. Ada bulan penuh order, tapi ada juga masa sepi. Meski begitu, bagi freelancer berpengalaman dengan klien tetap, penghasilan justru bisa melampaui gaji kantoran.
Kebebasan vs Aturan
Freelancer memiliki kebebasan lebih dalam memilih proyek yang sesuai dengan minat dan skill mereka. Mereka juga tidak terlalu terikat aturan perusahaan. Namun, kebebasan ini datang bersama tanggung jawab besar: mencari klien, mengatur kontrak, hingga mengurus administrasi sendiri.
Sebaliknya, pekerja kantoran harus mengikuti aturan perusahaan, target kerja, hingga budaya organisasi. Bagi sebagian orang, aturan ini membatasi kreativitas. Namun bagi yang lain, struktur ini justru memberi rasa aman dan arah yang jelas.
Peluang Pengembangan Diri
Bekerja freelance menuntut kemandirian penuh. Freelancer harus aktif belajar skill baru, membangun jaringan, serta mengelola reputasi profesional. Potensi berkembang bisa sangat cepat, terutama jika mampu beradaptasi dengan tren pasar.