Freelance vs Kerja Kantoran: Mana yang Lebih Cocok untuk Generasi Milenial dan Gen Z?
- Freepik
Di sisi lain, kerja kantoran biasanya menyediakan pelatihan, mentoring, dan jenjang karier yang jelas. Pekerja tidak perlu mencari peluang sendiri, karena perusahaan sudah menyiapkan jalur pengembangan yang terarah.
Keamanan Pekerjaan
Keamanan menjadi faktor penting. Freelancer tidak memiliki jaminan tetap. Jika klien berhenti bekerja sama, pendapatan bisa langsung hilang. Selain itu, freelancer harus mengurus sendiri jaminan kesehatan dan pensiun.
Sedangkan kerja kantoran lebih aman dengan adanya kontrak, tunjangan kesehatan, serta program pensiun. Faktor ini membuat kerja kantoran lebih menarik bagi mereka yang mengutamakan kestabilan.
Gaya Hidup dan Lokasi Kerja
Bagi freelancer, lokasi bukan masalah. Mereka bisa bekerja dari rumah, kafe, atau bahkan saat traveling. Hal ini sejalan dengan tren digital nomad yang kini banyak digemari.
Kerja kantoran umumnya menuntut kehadiran di kantor, meskipun kini semakin banyak perusahaan menerapkan sistem hybrid. Bagi sebagian orang, bekerja di kantor memberi kesempatan membangun relasi lebih erat dengan rekan kerja.