Cara Mengelola Uang Jajan Anak Sesuai Usia agar Belajar Cerdas Finansial
- Freepik
Lifestyle – Mengelola uang jajan anak sering dianggap sepela dan sederhana. Padahal, hal ini menjadi pintu awal untuk membentuk kebiasaan finansial yang baik.
Anak yang sejak kecil dilatih menggunakan uang dengan bijak akan lebih siap menghadapi tantangan keuangan saat dewasa. Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa arahan maka anak bisa tumbuh dengan perilaku konsumtif yang sulit dikendalikan.
Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan dan kemampuan berbeda dalam memahami konsep uang. Oleh karena itu, cara orang tua dalam memberikan uang jajan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak.
Dengan strategi yang tepat, uang jajan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan harian tetapi juga sarana belajar cerdas finansial. Berikut cara yang bisa ayah dan ibu terapkan dalam menentukan uang jajan ideal untuk si Kecil.
Usia Pra-Sekolah (3–6 Tahun)
Pada usia ini, anak belum sepenuhnya memahami nilai uang, tetapi sudah mulai mengenali bahwa uang bisa digunakan untuk membeli sesuatu. Orang tua bisa memberikan uang jajan dalam jumlah kecil, misalnya Rp2.000–Rp5.000, hanya sesekali.
Tujuannya bukan untuk belanja bebas, tetapi sebagai latihan mengenal uang. Di tahap ini, penting mengenalkan konsep sederhana seperti “kalau ingin beli mainan, harus menunggu dan menabung dulu.”