Kenapa Overthinking Sering Terjadi Jelang Tidur?
Selasa, 14 Oktober 2025 - 22:00 WIB
Sumber :
- Freepik
- Latih pernapasan lambat (misal, 4–7–8 atau pernapasan diafragma) untuk menurunkan ketegangan sistem saraf.
- Progressive muscle relaxation (menegang lepas kelompok otot) bisa membantu tubuh melepas ketegangan yang terbawa pikiran.
- Visualisasi atau “mind imagery” dengan fokus pada gambaran tenang (seperti pantai, hutan, atau awan) membantu mengalihkan pikiran dari skenario masalah.
4. Cognitive Shuffling / Thought Blocking
Metode cognitive shuffling atau pengacakan pikiran (misalnya berpikir kata acak, bayangkan objek sederhana berdasar huruf) dirancang untuk memecah pola pikir repetitif dan memaksakan otak berpindah ke jalur tak bermasalah.
Alternatif sederhana lainnya adalah thought blocking, yaitu ketika pikiran negatif muncul, katakan dalam hati “cukup” atau “stop”, lalu pindahkan fokus ke pikiran netral.
5. Batasi Blue Light dan Paparan Layar
Gunakan mode “dark” atau filter biru, atau lebih baik lagi, hindari layar 1–2 jam sebelum tidur. Ini membantu produksi hormon melatonin yang menandakan tubuh untuk tidur.
6. Ciptakan Rutin Wind-Down (Pencadangan Waktu Tenang Sebelum Tidur)
Baca buku ringan (bukan terkait pekerjaan), dengarkan audio lembut, atau meditasi pendek. Aktivitas tak menuntut kognitif tinggi bisa membantu otak “turun ke kecepatan lembut.”
Halaman Selanjutnya
7. Kelola Stres Harian dengan Efektif