Kenapa Overthinking Sering Terjadi Jelang Tidur?

Ilustrasi emosi bangun tidur
Sumber :
  • Freepik

2. Reaktivitas tidur (sleep reactivity) sebagai faktor predisposisi

img_title 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Anda Super Produktif Tanpa Stres, Yuk Coba!

Istilah sleep reactivity merujuk pada sejauh mana stres dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk tidur atau tetap tidur. Orang dengan reaktivitas tidur tinggi lebih rentan terhadap insomnia ketika terpapar stres.

Dalam sebuah studi longitudinal, reaktivitas tidur terbukti menjadi faktor risiko terjadinya insomnia pada orang dewasa tanpa riwayat sebelumnya.

3. Arousal kognitif dan emosional di malam hari

img_title Bukan Bentuk Kasih Sayang! 7 Dampak Orang Tua Overprotective terhadap Anak

Pada malam hari, tidak ada aktivitas eksternal yang “mengganggu” pikiran sehingga benak kita sering kali menjadi panggung untuk pemikiran internal. Saat tubuh hendak rileks, otak masih aktif memproses informasi, mencari solusi, atau merefleksikan kejadian. Kondisi ini dikenal sebagai cognitive-emotional arousal dan sering ditemukan pada insomnia.

Sebuah kajian memperlihatkan bahwa jenis insomnia dengan durasi tidur normal seringkali bukan disebabkan oleh peningkatan aktivitas sistem stres fisiologis, melainkan karena arousal kognitif dan emosional (yakni pikiran dan kekhawatiran) yang tinggi.

Dampak Negatif Overthinking Terhadap Tidur dan Kesehatan Mental

1. Sulit memulai tidur (latensi onset meningkat) dan sering terbangun

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sering Heran Badan Sakit Sehari Setelah Olahraga? Ini Penjelasan Ilmiahnya