Kenapa Bertahan Lama di Sebuah Hubungan Menyakitkan?
- Freepik
Lifestyle –Kadang, cinta nggak selalu berakhir dengan pertengkaran besar atau drama air mata. Bisa jadi, cinta itu perlahan memudar dalam diam.
Ada momen dalam hubungan ketika yang awalnya penuh cinta berubah jadi perjuangan tanpa henti. Kita bilang ke diri sendiri, “Ini cuma fase,” atau “Nanti juga membaik.”Tapi lama-lama, kamu sadar bukan perpisahan yang menyakitkan, tapi rasa lelah karena terus bertahan, bahkan setelah semuanya terasa nggak damai lagi.
Banyak orang susah melepaskan hubungan yang udah nggak sehat karena terjebak dalam yang namanya sunk cost fallacy istilah psikologi untuk kondisi saat kamu merasa sayang banget buat ninggalin sesuatu yang udah kamu investasikan waktu, tenaga, dan perasaan.
Kamu mungkin mikir, “Kan udah sejauh ini, masa iya berhenti sekarang?”
Tapi seperti kata pakar hubungan, Dr. Nidhika Bahl, cinta itu bukan proyek yang akan berhasil hanya karena kamu terus berusaha keras. Kalau hubungan nggak lagi tumbuh, bertahan cuma karena rasa bersalah atau kebiasaan justru bikin kamu makin kehilangan diri sendiri.
Hal yang bikin sakit sebenarnya bukan perpisahannya tapi saat kamu sadar, betapa banyak diri kamu yang udah kamu korbankan demi sesuatu yang seharusnya sudah selesai sejak lama.