Kenapa Overthinking Sering Terjadi Jelang Tidur?
- Freepik
Overthinking menjelang tidur memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur karena pikiran terus “bergerak”. Bahkan, penelitian menemukan bahwa menuliskan kekhawatiran sebelum tidur dapat mempercepat waktu tertidur dibandingkan sekadar me-‘journal’ kegiatan harian.
Pada individu dengan insomnia, pengaruh stres terhadap kualitas tidur relatif lebih besar apabila mereka memiliki kecenderungan tinggi terhadap pikiran negatif menjelang tidur.
2. Kualitas tidur memburuk dan fragmentasi tidur meningkat
Walau seseorang mungkin bisa tertidur, pikiran yang aktif sering memicu micro-awakenings (terbangun sejenak) atau tidur ringan, sehingga tidur tidak pulas. Ini berpotensi memperlemah fungsi pemulihan fisik dan mental dari tidur.
3. Siklus negatif antara kurang tidur dan kecemasan meningkat
Kurang tidur memperburuk regulasi emosional, stres atau kejadian negatif di hari berikutnya lebih mudah memicu respons emosional yang kuat.
Kecemasan dan gangguan tidur saling memperkuat kecemasan memperburuk tidur, tidur yang buruk memperparah kecemasan.