Bau Keringat Bisa Jadi Tanda Penyakit? Nomor 7 Paling Mengejutkan!
- Freepik
Terlalu banyak keringat memang mengganggu, tapi terlalu sedikit bisa berbahaya. Anhidrosis adalah kondisi saat tubuh tidak bisa berkeringat dengan normal sehingga tidak mampu mendinginkan diri. Ini bisa meningkatkan risiko kepanasan bahkan heatstroke.
Penyebabnya bisa berupa kerusakan saraf, efek obat, atau penyakit tertentu. Kadang hanya bagian tubuh tertentu yang berhenti berkeringat, membuat area lain bekerja ekstra. Jika Anda jarang berkeringat meski cuaca panas, sebaiknya periksa kondisi ini.
6. Gula Darah Rendah
Keringat dingin dan lengket yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia). Gejala lain termasuk pusing, gemetar, kulit pucat, atau mual. Biasanya, makan atau minum sesuatu yang manis bisa cepat mengembalikan kadar gula darah. Namun, jika sering terjadi terutama pada penderita diabetes sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penyesuaian pola makan atau obat.
7. Hiperkhlorhidrosis (Keringat Asin)
Pernah melihat garis putih di kulit atau baju setelah banyak berkeringat? Itu bisa jadi tanda hiperkhlorhidrosis, yaitu keringat yang sangat asin. Dalam kasus langka, ini terkait dengan penyakit seperti fibrosis kistik (penyakit keturunan yang menyebabkan lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.).
Kehilangan garam berlebih lewat keringat juga bisa menyebabkan dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit. Namun, sebagian orang memang alami memiliki keringat lebih asin karena faktor genetik, intensitas olahraga, atau pola makan. Jika keringat asin disertai kram otot, lemas, atau sering dehidrasi, periksakan ke dokter.