Sering Sakit Maag? Bisa Jadi Terinfeksi H. Pylori, Begini Dampaknya Bagi Lambung
- Freepik
Lifestyle – Keluhan sakit maag yang kerap kambuh sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal, di balik gejala seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, dan rasa tidak nyaman setelah makan, bisa tersembunyi infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).
Bakteri ini diketahui menginfeksi lebih dari setengah populasi dunia dengan tingkat prevalensi yang berbeda-beda di setiap wilayah.
H. pylori hidup dan berkoloni di mukosa lambung serta memproduksi enzim urease yang memungkinkan bakteri bertahan dalam lingkungan asam.
Infeksi yang berlangsung lama dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari dispepsia, gastritis, ulkus lambung, hingga komplikasi serius seperti limfoma MALT dan kanker lambung.
Bahkan, H. pylori telah diklasifikasikan sebagai bakteri karsinogenik kelas I oleh International Agency for Research on Cancer.
Secara global, kanker lambung didiagnosis pada sekitar satu juta orang setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 700.000 kasus. Gejalanya yang tidak spesifik pada tahap awal membuat banyak kasus terdeteksi dalam stadium lanjut.
Pasien dengan infeksi H. pylori diketahui memiliki risiko kanker lambung sekitar 3% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, terutama bagi individu yang sering mengalami gangguan lambung berulang.