Kenapa Saat Bersin Mata Selalu Merem? Ternyata.....
- Freepik
Refleks ini terjadi tanpa bisa dikontrol secara sadar, sama seperti ketika dokter mengetuk lutut kita dan kaki otomatis menendang. Meski beberapa orang mengaku bisa bersin dengan mata terbuka, itu sangat jarang dan tidak mudah dilakukan. Tubuh lebih memilih mengutamakan perlindungan.
Profesor otolaringologi di Harvard Medical School, Dr. Neil Bhattacharyya, yang sering menjadi rujukan dalam penelitian seputar bersin dan sistem pernapasan atas. Dalam beberapa wawancara publiknya, Dr. Bhattacharyya menjelaskan bahwa kedipan saat bersin adalah cara tubuh mencegah tekanan dan partikel dari bersin masuk kembali atau mengiritasi mata.
Menurut Dr. Bhattacharyya, bersin menciptakan tekanan udara yang sangat kuat, yang bisa mencapai kecepatan lebih dari 150 km/jam. Tekanan ini dapat memaksa partikel yang terlontar untuk bergerak ke berbagai arah, termasuk ke area sekitar mata.
Dengan menutup mata secara otomatis, tubuh memastikan bahwa tidak ada partikel asing, bakteri, atau aerosol dari bersin yang masuk ke permukaan mata yang sensitif.
Ia menyebut refleks ini sebagai mekanisme perlindungan bawaan yang dirancang untuk menjaga mata tetap aman dalam situasi yang tidak dapat diprediksi.
Penjelasan ini diperkuat oleh penelitian neurologi yang menunjukkan bahwa saraf trigeminal yang mengontrol bersin juga memiliki jalur yang terhubung dengan saraf yang mengatur kedipan. Jadi begitu sinyal bersin diaktifkan, refleks kedipan hampir selalu ikut terpicu.