Kenapa Saat Bersin Mata Selalu Merem? Ternyata.....
- Freepik
Saat bersin, ribuan droplet kecil keluar dari hidung dan mulut. Droplet ini bisa berisi bakteri, jamur, atau partikel iritan lain. Meskipun sebagian besar keluar menjauh dari tubuh, sebagian kecil bisa menyembur kembali ke area wajah.
Mata, dengan permukaan lembut dan selalu basah, sangat rentan terhadap kontaminasi. Jika mata tetap terbuka saat bersin, ada kemungkinan kecil namun tetap signifikan bahwa mikroorganisme dapat masuk ke konjungtiva dan menyebabkan iritasi atau infeksi.
Selain itu, tekanan internal yang meningkat saat bersin juga memberi dampak pada rongga wajah, termasuk area di sekitar mata. Dengan menutup mata, tubuh memastikan tidak ada tekanan yang secara tidak sengaja mendorong sesuatu masuk ke mata.
Lantas Bolehkah Bersin dengan Mata Terbuka? Sebenarnya, tidak ada bahaya besar jika seseorang mampu bersin dengan mata terbuka. Mitos bahwa mata akan keluar jika bersin dengan mata terbuka sudah lama dibantah oleh para ahli. Otot yang memegang bola mata jauh lebih kuat daripada tekanan dari bersin.
Namun, refleks menutup mata tetap dianggap mekanisme paling aman, sehingga tubuh secara alami memilih jalur itu. Artinya, kalau kamu mencoba menahan mata tetap terbuka, tubuh akan melawan. Dan jika pun berhasil, tidak ada manfaatnya dan justru membuat proses bersin terasa tidak nyaman.
Refleks yang Sama di Balik ‘Photic Sneeze Reflex’
Menariknya, sekitar 10–35% orang mengalami fenomena yang disebut photic sneeze reflex, yaitu bersin setelah melihat cahaya terang. Fenomena ini juga melibatkan jalur saraf trigeminal yang sama.