Hati-hati Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke

Ilustrasi pasien stroke
Sumber :
  • Shuttershock

LifestyleAtrial fibrilasi (AFib) adalah salah satu jenis aritmia atau gangguan irama jantung. Gejalanya bisa hilang timbul, berlangsung lama, atau bahkan permanen. Apabila dibiarkan, atrial fibrilasi bisa mengakibatkan gagal jantung dan stroke.

img_title Waspada Tanda-tanda Stroke yang Sering Terlewat, Langkah Kecil Ini Bisa Selamatkan Nyawa!

Sejumlah penelitian global menunjukkan keterkaitan erat antara hipertensi dan AFib dalam meningkatkan risiko stroke. Studi Verdecchia et al. (2018) dalam Circulation Research menegaskan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko kuat untuk terjadinya AFib dan bahwa pengendalian tekanan darah secara intensif terutama di bawah 120 mmHg dapat mengurangi risiko munculnya AFib secara signifikan. 

Sementara itu, studi Framingham oleh Wolf et al. (1991) membuktikan bahwa AFib merupakan faktor risiko independen terhadap stroke, bahkan pada pasien tanpa penyakit jantung rematik.

img_title Catat Untuk Besok Pagi! Deretan Minuman yang Dikonsumsi untuk Turunkan Tekanan Darah

Spesialis saraf dari RS Brawijaya dan Mayapada Kuningan, Dr. Zicky Yombana Babeheer, SpN, AIFO-K, DAI FIDN, CPS, menjelaskan bahwa Atrial Fibrilasi adalah salah satu gangguan jantung yang sering tidak disadari karena gejalanya bisa ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali.

"Namun, kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat," kata dia.

img_title 5 Kebiasaan Pagi Hari yang Bikin Hipertensi, Nomor 4 Sering Dilakukan Orang Kota

Dia menyebut  penting untuk melakukan deteksi dini. Salah satunya adalah dengan memantau tekanan darah secara rutin di rumah. 

"Melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah, masyarakat dapat mendeteksi perubahan tekanan atau irama jantung lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi serius," kata dia.

Halaman Selanjutnya
img_title