Beli Rumah Cash vs KPR, Mana Lebih 'Untung'?

Ilustrasi kpr
Sumber :
  • Freepik

Bagi kalangan kelas menengah, mengumpulkan tabungan hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah tentu bukan hal mudah. Membayar cash juga berisiko menguras likuiditas keuangan. Dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk investasi, dana darurat, atau kebutuhan lain, terkunci dalam bentuk properti.

Keuntungan dan Kekurangan Membeli Rumah dengan KPR

Cara Agar Kelas Menengah 'Naik Status', Jangan Terjebak di Zona Nyaman!

Berbeda dengan cash, KPR memungkinkan Anda memiliki rumah meski dana belum sepenuhnya terkumpul. Dengan hanya membayar uang muka (DP) dan melanjutkan cicilan bulanan, Anda sudah bisa menempati rumah idaman.

Cara ini menjaga likuiditas keuangan karena tabungan bisa tetap digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk investasi atau biaya pendidikan anak. Namun, KPR memiliki kelemahan yang patut diperhitungkan. Harga rumah total yang Anda bayar akan jauh lebih mahal karena adanya bunga.

Berapa Tabungan Ideal untuk Kelas Menengah? Ini Jawabannya!

Selain itu, tenor panjang hingga 15–20 tahun menjadi komitmen finansial yang tidak bisa diabaikan. Jika penghasilan terganggu, risiko gagal bayar bisa mengintai. Belum lagi, ada kemungkinan bunga floating yang membuat cicilan bulanan meningkat sewaktu-waktu.

Simulasi Perhitungan Cash vs KPR

Sebagai gambaran, mari kita simulasikan harga rumah Rp500 juta dengan dua skema berbeda:

Halaman Selanjutnya
img_title
Kelas Menengah Wajib Waspada! Ini 9 Tanda Anda Terjebak Middle-Class Trap