Defisiensi Zat Besi pada Anak Bisa Pengaruhi Kepintaran Anak
- Pixabay
Lifestyle –Anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu ancaman serius yang tersembunyi bagi kesehatan bangsa dan bisa berdampak besar terhadap generasi muda Indonesia.
Dokter spesialis anak, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang bisa berdampak besar pada performa dan masa depan anak.
"Indonesia masih menduduki posisi ke-4 sebagai negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara, di mana 1 dari 3 anak dan perempuan usia produktif di Indonesia masih mengalami defisiensi zat besi," kata dia dalam acara IdeaTalks bertajuk Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation di Jakarta, Sabtu 1 November 2025.
Bahkan kata dia dalam sebuah survei menunjukkan bahwa 50 persen ibu tidak tahu bahwa kekurangan Zat Besi dapat berdampak pada kepintaran, terutama pada anak.
Kondisi ini harus menjadi perhatian kita semua, apalagi kondisi kekurangan zat besi sejak dini dapat berdampak pada gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan anak. Sebab, zat besi merupakan zat gizi mikro penting untuk mendukung kemampuan belajar seseorang.
"Jika kondisi tersebut dibiarkan akan berdampak jangka panjang hingga dewasa," kata dia lebih lanjut.
Untuk diketahui, secara biomedis, zat besi adalah salah satu elemen yang membentuk inti kehidupan manusia. Hemoglobin pada sel darah merah yang menjadi kendaraan oksigen dan sejumlah gizi penting untuk tubuh, memiliki struktur besi yang krusial.