Musim Hujan Bikin Sakit, Begini Cara Lindungi Si Kecil dari Virus RSV

Ilustrasi anak sakit
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Ketika hujan mulai turun dan udara menjadi lebih lembap, banyak orang tua langsung siaga menghadapi serangan flu dan batuk pada anak. Namun di balik gejala ringan yang tampak seperti pilek biasa, ada virus yang jauh lebih berbahaya dan sering tidak disadari, Respiratory Syncytial Virus (RSV).

img_title 28 Juta Orang Indonesia Alami Masalah Mental, Begini Solusi dari Pemerintah

Virus ini menyerang saluran pernapasan bagian bawah dan menjadi salah satu penyebab utama bronkiolitis dan pneumonia pada anak di bawah dua tahun. Meski sering dikira “flu biasa”, infeksi RSV bisa berkembang sangat cepat, terutama pada bayi yang lahir prematur, memiliki penyakit jantung bawaan, atau gangguan paru kronis. Jika tidak ditangani segera, infeksi ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Di Indonesia, penularan RSV sebenarnya bisa terjadi sepanjang tahun. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kasus RSV meningkat signifikan selama musim hujan, yaitu sekitar November hingga Maret. Cuaca lembap dan peralihan suhu yang ekstrem membuat daya tahan tubuh anak menurun, sementara virus lebih mudah bertahan di udara dan permukaan benda.

img_title 6 Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

Selain itu, pada musim hujan, anak-anak cenderung lebih sering berada di dalam ruangan tertutup, seperti rumah, sekolah, atau pusat perbelanjaan, yang meningkatkan risiko penularan melalui percikan liur, batuk, atau sentuhan pada permukaan yang terkontaminasi.

Gejalanya sering kali mirip dengan flu biasa: pilek, batuk ringan, dan demam. Namun, dalam waktu singkat, bisa berkembang menjadi sesak napas, napas berbunyi “mengi”, bahkan gagal napas.

img_title Berat Badan Naik Saat Ramadan, Ini 7 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, adalah kelompok yang paling berisiko tinggi mengalami infeksi RSV berat. Mereka memiliki paru-paru yang belum matang sempurna dan sistem imun yang masih lemah.

“Bayi prematur memiliki paru-paru yang belum berkembang sempurna dan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Ketika mereka terpapar RSV, infeksinya dapat cepat memburuk dan menyebabkan kesulitan bernapas yang parah,” jelas Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A, Subsp. Neo., Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi.

Halaman Selanjutnya
img_title