Antara Cinta dan Lelah, Konflik Emosional yang Sering Dialami Generasi Sandwich

Ilustrasi Sandwich Generation Bayar Semua Kebutuhan Rumah
Sumber :
  • Pixaby

Selain itu, banyak yang mengalami role reversal atau pembalikan peran. Dahulu dirawat orang tua, kini harus merawat mereka. Perubahan dinamika ini memicu keterasingan emosional yakni merasa kehilangan sosok orang tua yang dulu menjadi tempat bersandar.

Dampak Psikologis dan Sosial

Kenapa dari Senin ke Jumat Terasa Lama dan Melelahkan? Ini Penjelasannya

Kelelahan emosional adalah hal paling sering dialami. Tekanan yang menumpuk berisiko menyebabkan depresi, kecemasan, bahkan burnout. Penelitian menunjukkan, jika beban merawat melebihi 20 jam per minggu, kesehatan mental dan fisik seseorang bisa ikut menurun drastis.

Sebuah laporan Pew Research Center menyebut hampir 38% generasi sandwich menanggung beban emosional yang signifikan karena harus memenuhi kebutuhan dua pihak sekaligus. Mereka bukan hanya kelelahan, tetapi juga terancam kehilangan identitas diri.

Beban Ganda Generasi Sandwich, Bisakah Tetap Meraih Financial Freedom?

Model stres keluarga (Family Stress Model) menjelaskan bahwa tekanan ekonomi dan emosional yang menumpuk dapat memicu konflik rumah tangga. Tidak jarang muncul pertengkaran, baik dengan pasangan maupun anak, akibat rasa lelah yang tak tertahankan.

 “Ini lebih mirip tujuh lapis tumpukan daripada sandwich,” kata asisten profesor di University of Southern California, yang khusus meneliti pengalaman emosional para caregiver generasi sandwich, Dr. Francesca Falzarano dalam sebuah wawancara.

4 Strategi Cerdas Investasi untuk Generasi Sandwich agar Tetap Aman Finansial

Kalimat sederhana ini menggambarkan bahwa kehidupan generasi sandwich bukan hanya soal merawat anak dan orang tua, tapi juga beban finansial, pekerjaan, hubungan pasangan, hingga kesehatan pribadi. Kompleksitas inilah yang sering membuat mereka merasa terjebak tanpa jalan keluar.

Halaman Selanjutnya
img_title