Hati-Hati! 5 Jebakan Finansial Berkedok Self-Reward Bisa Bikin Tekor

Ilustrasi belanja hemat
Sumber :

LifestyleSelf reward atau memberi hadiah kepada diri sendiri menjadi cara merayakan pencapaian kecil maupun besar. Anda perlu berhati-hati, perayaan kecil-kecilan ini bisa berubah menjadi jebakan finansial yang membahayakan kestabilan keuangan.

Flexing di Media Sosial Bikin Dompet Kering? Begini Penjelasan Lengkapnya

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan self-reward bahkan 'hadiah'-nya pun tidak perlu mewah atau mahal. Misalnya membeli kopi mahal setelah kerja lembur atau liburan singkat setelah mencapai target kerja.

Pada dasarnya, self-rewawad adalah bentuk penghargaan diri yang wajar dan bisa menjadi sumber motivasi. Namun, masalah muncul ketika konsep self-reward dijadikan alasan untuk pembelian impulsif.

Menabung Harian vs Bulanan: Mana yang Lebih Efektif untuk Membangun Kekayaan?

Alih-alih memberi semangat, kebiasaan membeli hadiah berkedok self reward justru bisa menggerogoti kondisi finansial. Tanpa sadar, saldo tabungan tidak bertambah, kartu kredit menumpuk, dan gaya hidup jadi tidak seimbang.

Itulah yang disebut jebakan self-reward yang terlihat sepele tapi dampaknya bisa serius. Berikut tanda self-reward yang Anda lakukan sudah berlebihan.

1. Self-Reward Jadi Rutinitas Harian

Pengeluaran Sehari-hari yang Diam-diam Bikin Dompet Jebol, Penyebab Gaji Habis Sebelum Waktunya!

Pada dasarnya, hadiah untuk diri sendiri sebaiknya dilakukan sesekali. Tetapi banyak orang menjadikannya rutinitas, misalnya membeli makanan mahal atau ngopi fancy setiap hari dengan alasan “hadiah setelah kerja keras.” Padahal, jika dihitung, pengeluaran kecil tapi rutin bisa membengkak signifikan dalam sebulan.

Halaman Selanjutnya
img_title