Hati-Hati! 5 Jebakan Finansial Berkedok Self-Reward Bisa Bikin Tekor

Ilustrasi belanja hemat
Sumber :

4. Self-Reward Berlebihan Setelah Stres

Berapa Sih Tabungan Ideal untuk Milenial? Ini Jawaban yang Bisa Dijadikan Acuan

Ada juga pola di mana seseorang menggunakan self-reward sebagai pelarian dari stres. Setelah menghadapi masalah di kantor atau konflik pribadi, belanja dianggap sebagai obat. Sayangnya, ini hanya solusi jangka pendek.

Rasa puas memang muncul sesaat, tetapi stres tidak benar-benar hilang, sementara dompet semakin tipis. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa berubah menjadi emotional spending yang berulang. Alih-alih membantu, self-reward yang salah kaprah justru memperparah kondisi keuangan dan mental.

5. Mengabaikan Batasan Anggaran

5 Cara Mudah Melakukan Financial Check-Up dengan Langkah Sederhana

Self-reward tetap bisa sehat jika ada batasan anggaran yang jelas. Sayangnya, banyak orang tidak menetapkan limit, sehingga belanja bebas tanpa perhitungan. Akhirnya, uang yang seharusnya untuk kebutuhan pokok atau tabungan justru habis untuk keinginan sesaat.

Misalnya, gaji baru cair langsung dipakai membeli barang mewah sebagai self-reward, padahal cicilan dan kebutuhan rumah tangga belum terpenuhi. Tanpa disiplin dalam pengelolaan anggaran, konsep hadiah diri hanya akan berujung pada kebocoran finansial.

Cara Mengelola Self-Reward Agar Tidak Bikin Tekor

Halaman Selanjutnya
img_title
Capek Hidup dari Gaji ke Gaji? Begini Cara Kelola Keuangan Biar Bisa Nabung