Tren De-Influencing Ajak Masyarakat Belanja Cerdas Bukan Ikut-Ikutan

Ilustrasi Stop Belanja Konsumtif
Sumber :
  • Freepik

Ada beberapa faktor yang membuat tren de-influencing semakin mendapat perhatian:

1. Kesadaran Finansial Meningkat

5 Cara Cermat Mengelola Keuangan untuk Para Pekerja Remote dan Freelancer

Banyak orang, terutama generasi muda, mulai sadar bahwa mengikuti tren belanja viral hanya membuat pengeluaran membengkak. De-influencing hadir sebagai penyelamat dompet.

2. Kritik terhadap Konsumerisme

Konsumsi berlebihan tidak hanya berdampak pada finansial, tetapi juga lingkungan. Produk sekali pakai, fast fashion, hingga barang yang cepat rusak menjadi sorotan para de-influencer.

3. Kejenuhan pada Konten Promosi

Kelas Menengah Wajib Tahu, Begini Cara Bebas Utang Tanpa Stres Finansial

 Audiens semakin jenuh dengan konten yang terasa hanya sebagai iklan terselubung. De-influencing memberikan “angin segar” dengan konten jujur dan apa adanya.

Halaman Selanjutnya
img_title