Tren De-Influencing Ajak Masyarakat Belanja Cerdas Bukan Ikut-Ikutan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:50 WIB
Sumber :
- Freepik
Ada beberapa faktor yang membuat tren de-influencing semakin mendapat perhatian:
1. Kesadaran Finansial Meningkat
Banyak orang, terutama generasi muda, mulai sadar bahwa mengikuti tren belanja viral hanya membuat pengeluaran membengkak. De-influencing hadir sebagai penyelamat dompet.
2. Kritik terhadap Konsumerisme
Konsumsi berlebihan tidak hanya berdampak pada finansial, tetapi juga lingkungan. Produk sekali pakai, fast fashion, hingga barang yang cepat rusak menjadi sorotan para de-influencer.
3. Kejenuhan pada Konten Promosi
Audiens semakin jenuh dengan konten yang terasa hanya sebagai iklan terselubung. De-influencing memberikan “angin segar” dengan konten jujur dan apa adanya.
Halaman Selanjutnya
Dampak De-Influencing pada Perilaku Belanja