Bukan Soal Usia, Ini Tanda Anak Siap Diajari Berpuasa
- Freepik
Kesiapan fisik menjadi faktor penting. Anak yang aktif, sehat, dan tidak memiliki kondisi medis tertentu biasanya lebih siap mencoba puasa pendek. Jika anak sering lemas, memiliki masalah kesehatan, atau berat badannya belum ideal, orang tua sebaiknya menunda atau menyesuaikan durasi puasa.
3. Kesiapan mental dan emosional
Selain fisik, kesiapan mental juga perlu diperhatikan. Anak yang mampu mengikuti aturan sederhana, menahan keinginan sesaat, dan tidak mudah tantrum biasanya lebih siap dilatih berpuasa. Anak yang masih sangat sensitif terhadap rasa lapar sebaiknya diperkenalkan secara perlahan.
4. Mulai dari puasa bertahap
Anak tidak perlu langsung berpuasa sehari penuh. Orang tua dapat memulainya dengan puasa setengah hari, misalnya dari pagi hingga waktu zuhur, atau dari sahur hingga siang. Cara ini membantu tubuh dan mental anak beradaptasi tanpa tekanan berlebihan.
5. Memberikan contoh dari orang tua
Anak belajar paling efektif melalui contoh. Ketika orang tua menjalankan puasa dengan sikap positif, tidak mengeluh, dan tetap beraktivitas dengan baik, anak akan meniru perilaku tersebut. Keteladanan jauh lebih efektif dibandingkan perintah.