Sering Nguap? Hati-hati Bisa Jadi Tanda Masalah Jantung
- Pixaby
Lifestyle –Menguap sering dianggap sebagai tanda lelah atau kurang tidur. Namun, bagi sebagian orang, hal ini bisa jadi cara tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Peneliti menemukan bahwa menguap berlebihan terutama jika tidak berkaitan dengan rasa kantuk kadang bisa berhubungan dengan tekanan pada sistem kardiovaskular, bahkan menjadi tanda peringatan dini adanya masalah pada jantung.
Banyak orang tidak menyadari bahwa menguap bukan sekadar refleks karena mengantuk. Gerakan ini sebenarnya dikendalikan oleh batang otak, bagian otak yang juga mengatur fungsi penting seperti detak jantung dan pernapasan. Ketika jantung sedang bekerja terlalu keras atau tidak memompa darah dengan efisien, batang otak bisa memicu refleks menguap untuk membantu mendinginkan otak atau menstabilkan suhu tubuh.
Melansir MedlinePlus, menguap berlebihan bisa muncul pada orang yang mengalami respons vagal yaitu penurunan mendadak detak jantung dan tekanan darah yang berkaitan dengan gangguan irama jantung atau kecenderungan pingsan. Kondisi ini bisa terjadi sebelum atau selama serangan jantung berlangsung.
Menguap tanpa rasa lelah
Wajar jika seseorang menguap setelah hari yang panjang. Namun, menguap terus-menerus meski merasa segar dan tidak mengantuk bisa jadi tanda lain. Beberapa ahli jantung menyebutkan bahwa menguap tanpa sebab yang jelas, apalagi jika disertai pusing, mual, berkeringat, atau rasa tidak nyaman di dada, mungkin menunjukkan adanya stimulasi berlebihan pada saraf vagus akibat aliran darah ke jantung yang menurun.
Kondisi ini menjadi lebih serius ketika tubuh berada dalam tekanan panas (heat stress) atau stres emosional, karena keduanya dapat memengaruhi detak jantung dan tekanan darah. Dalam kasus seperti ini, menguap bukan disebabkan oleh kantuk, melainkan cara tubuh untuk menyesuaikan diri terhadap ketidakseimbangan oksigen dan perubahan sirkulasi darah.