Mengapa Weekend Selalu Bikin Malas? Hati-hati Pertanda Burnout
- Freepik
“Jika kita tidur larut di akhir pekan lalu kembali ke pola tidur lebih awal di hari kerja, hal ini membingungkan jam biologis otak kita,” kata ahli saraf dari New York University, Dr. Wendy Suzuki dikutip dari Gulfnews.
Artinya, perubahan jam tidur ini mirip efek jet lag saat bepergian lintas zona waktu. Tubuh pun butuh waktu menyesuaikan diri, sehingga kita sering merasa lemas dan sulit fokus, terutama di awal minggu.
3. Otak Memang Dirancang untuk Menghemat Energi
Dalam konteks neurologis, rasa malas sebenarnya adalah mekanisme alami otak. Saat sumber daya energi terbatas, otak akan mengirim sinyal untuk memperlambat aktivitas, agar cadangan energi tetap terjaga. Jadi, perasaan malas bukan berarti kelemahan pribadi, melainkan bagian dari sistem pertahanan tubuh agar tidak kehabisan tenaga.
4. Zona “Default Mode Network”: Relaksasi vs Overthinking
Ketika kita berhenti beraktivitas, otak memasuki mode yang disebut default mode network. Mode ini memungkinkan otak beristirahat, merenung, dan mengolah pengalaman. Namun, jika berlebihan, mode ini justru bisa membuat kita overthinking, merasa tidak produktif, bahkan makin lelah secara mental.
Inilah mengapa terkadang weekend terasa “menguras energi” meski kita tidak melakukan apa-apa.