Daddy Issue vs Fatherless, Apa Bedanya? Simak Penjelasan Lengkapnya
- Freepik
Lifestyle – Istilah daddy issue dan fatherless semakin sering berseliweran di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang menggunakannya untuk menjelaskan perilaku seseorang, terutama ketika membahas dinamika hubungan yang tidak sehat.
Di tengah tren meningkatnya kesadaran kesehatan mental, memahami perbedaan keduanya sangat penting agar tidak salah menilai latar belakang emosional seseorang. Pasalnya, penggunaan yang tidak tepat sering menimbulkan salah kaprah dan stigma, terutama ketika istilah tersebut dilontarkan tanpa memahami maknanya.
Kesamaan sekilas yang menyebut sosok ayah membuat dua istilah ini sering tertukar, meski keduanya memiliki konteks yang sangat berbeda. Daddy issue berkaitan dengan hubungan emosional yang tidak aman, sedangkan fatherless menggambarkan kondisi fisik tidak hadirnya ayah dalam keluarga.
Apa Itu Daddy Issue?
Istilah daddy issue bukan terminologi medis, melainkan istilah populer yang menggambarkan kondisi emosional akibat hubungan tidak sehat atau tidak aman dengan ayah. Kondisi ini bisa muncul dari pola asuh otoriter, kurangnya perhatian emosional, konflik berkepanjangan, atau ayah yang hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional.
Menurut penjelasan American Psychological Association (APA) tentang teori keterikatan, hubungan anak dengan orang tua sangat menentukan gaya attachment seseorang di masa dewasa. Jika pola keterikatannya tidak aman, seseorang berpotensi mengalami kesulitan dalam mempercayai pasangan, takut ditinggalkan, atau bergantung secara emosional dalam hubungan.
Orang yang mengalami daddy issue sering menunjukkan kesulitan menetapkan batasan, mencari validasi berlebihan, atau terjebak dalam hubungan yang tidak stabil. Penting digarisbawahi bahwa daddy issue tidak selalu muncul dari absennya ayah secara fisik.