Tak Sekedar Gerakan Lincah, Tarian Salsa Juga Punya Segudang Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui

ilustrasi tari salsa
Sumber :
  • dokumen istimewa

Lifestyle –Tarian salsa sudah tidak asing di telinga masyarakat tanah air. Tarian yang berasal dari Amerika Latin ini diketahui memiliki Gerakan yang lincah, dinamis dan energik.

img_title Tips Bijak Menggunakan PayLater untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran, Awas Jangan Sampai Kebablasan!

Namun dibalik tarian yang energik, tarian salsa diketahui memiliki beragam manfaat kesehatan. Melansir dari berbagai sumber, tarian salsa diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini lantaran gerakan salsa yang cepat dan berpola meningkatkan detak jantung secara stabil, yang membantu memperkuat otot jantung dan melancarkan peredaran darah.

Tak hanya itu saja, tarian salsa juga diketahui dapat membakar kalori dan menurunkan berat badan. Satu jam menari salsa dapat membakar antara 300 hingga 500 kalori, setara dengan olahraga lari atau bersepeda.

img_title Tren Penggunaan PayLater di Momen Ramadan 2026, Dari Tiket Mudik hingga Bukber

Tarian salsa juga bermafaat untuk melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Pola kaki yang kompleks dan koordinasi dengan pasangan melatih otak dan otot untuk bekerja lebih sinkron, sehingga memperbaiki postur tubuh.

Menariknya lagi, tarian salsa juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan pengurang stres. Alunan musik latin yang ceria memicu pelepasan hormon endorfin (hormon bahagia), yang efektif mengurangi tingkat stres dan kecemasan setelah beraktivitas seharian.

img_title Masyaallah! Ini 3 Manfaat Luar Biasa Konsumsi 3 Butir Kurma Saat Berbuka Puasa

Beragamnya manfaat tarian salsa bagi kesehatan tak ayal membuat tarian ini semakin digemari. Bahkan belakangan banyak orang yang mengikuti kelas atau bahkan komunitas tarian salsa.

Salah satunya adalah Komunitas Salsa Jakarta. Meski sedang menjalankan ibadah puasa nyatanya tak membuat antusiasme pecinta tarian salsa surut. Hal ini terlihat dari kegiatan yang digelar pada Minggu 22 Februari 2026 di Jakarta. Diikuti sekitar 100 peserta mulai dari anak muda, orang dewasa hingga pasangan lansia, kegiatan ini membuktikan bahwa ibadah puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif dan menjaga kebugaran tubuh.

Halaman Selanjutnya
img_title