Reskilling vs Upskilling: Mana yang Lebih Cepat Membantu Mendapatkan Kerja?
- Freepik
Upskilling: Lebih Cepat bagi yang Masih Relevan
Bagi pencari kerja yang latar belakangnya masih dibutuhkan pasar, upskilling cenderung lebih cepat membuka peluang kerja. Prosesnya relatif singkat karena hanya menambah atau memperdalam keterampilan yang sudah dikuasai.
Laporan LinkedIn Economic Graph menunjukkan bahwa profesional yang menambahkan keterampilan digital baru ke profil mereka memiliki peluang lebih besar dipanggil wawancara dalam waktu lebih singkat. Upskilling membantu pencari kerja menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri tanpa harus memulai dari nol.
Dari sisi biaya dan waktu, upskilling juga lebih efisien. Kursus singkat, sertifikasi online, atau pelatihan internal sering kali cukup untuk meningkatkan daya jual di pasar kerja.
Reskilling: Lebih Relevan Saat Industri Lama Menyusut
Reskilling menjadi pilihan logis ketika sektor lama mengalami penurunan struktural. Pekerja di industri yang terdampak otomatisasi atau digitalisasi sering kali tidak bisa lagi mengandalkan keahlian lama, seberapa dalam pun mereka menguasainya.
McKinsey Global Institute mencatat jutaan pekerja global perlu berpindah profesi dalam dekade ini akibat perubahan teknologi dan transisi ekonomi. Dalam kondisi ini, reskilling memang memakan waktu lebih lama, tetapi menawarkan peluang kerja yang lebih berkelanjutan.