Reskilling vs Upskilling: Mana yang Lebih Cepat Membantu Mendapatkan Kerja?
- Freepik
Bagi pencari kerja, reskilling menjadi investasi jangka menengah. Meski tidak secepat upskilling dalam mendapatkan pekerjaan, hasilnya bisa lebih stabil karena selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Mana yang Lebih Cepat Mendapatkan Kerja?
Jika diukur dari kecepatan, upskilling umumnya lebih cepat membantu mendapatkan kerja kembali, terutama bagi mereka yang berasal dari sektor yang masih tumbuh. Namun kecepatan ini bergantung pada satu hal: relevansi latar belakang dengan kebutuhan pasar.
Sebaliknya, reskilling lebih tepat bagi mereka yang mengalami mismatch keterampilan. Meski butuh waktu lebih panjang, reskilling mencegah pencari kerja terjebak dalam lingkaran penolakan akibat keahlian yang sudah usang.
Data International Labour Organization (ILO) menegaskan bahwa strategi peningkatan keterampilan yang tepat sasaran secara signifikan mempercepat reintegrasi tenaga kerja ke pasar kerja formal.
Pendekatan paling efektif sering kali bukan memilih salah satu secara ekstrem, melainkan mengombinasikan keduanya. Pencari kerja bisa melakukan upskilling jangka pendek untuk membuka peluang cepat, sambil mempersiapkan reskilling sebagai strategi keberlanjutan.
Dalam dunia kerja yang terus berubah, fleksibilitas menjadi kunci. Bukan soal seberapa banyak keterampilan yang dimiliki, melainkan seberapa cepat seseorang beradaptasi dengan kebutuhan pasar.