5 Alasan Anak Muda Ogah Naik Jabatan

Ilustrasi Naik Jabatan di Kantor
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle –  Promosi jabatan identik dengan pencapaian karier tertinggi. Naik level berarti sukses, stabil, dan layak disebut berhasil. Pola berpikir kini mulai bergeser.

img_title Bitcoin Anjlok ke Level US$63.000, Masih Jadi Primadona Portofolio Anak Muda?

Di dunia kerja modern, semakin banyak anak muda justru memilih berkata tidak ketika kesempatan promosi datang—sebuah keputusan yang dulu dianggap tabu. Fenomena ini bukan sekadar soal malas atau tidak ambisius.

Anak muda masa melihat karier secara lebih utuh. Bukan hanya soal titel dan gaji, tetapi juga kesehatan mental, fleksibilitas hidup, hingga makna pekerjaan itu sendiri.

img_title Bukan Gen Z, Ternyata Kalangan Ini yang Doyan Naik Ojol

Di tengah perubahan lanskap ekonomi dan budaya kerja global, menolak promosi justru menjadi pilihan rasional bagi sebagian generasi muda. Berikut lima alasan utama yang mendorong tren tersebut.

1. Beban Kerja Tak Seimbang dengan Kenaikan Gaji

Banyak anak muda menilai promosi jabatan tidak selalu sebanding dengan tambahan penghasilan yang diterima. Posisi lebih tinggi sering datang dengan jam kerja lebih panjang, tanggung jawab lebih besar, dan tekanan berlapis—tanpa kompensasi yang benar-benar signifikan.

img_title Begini Peran E-Wallet Mengubah Cara Gen Z Mengelola Uang

Laporan Harvard Business Review mencatat bahwa middle manager justru menjadi kelompok paling rentan mengalami burnout karena harus menjembatani tuntutan atasan dan tim di bawahnya. Dalam kondisi ini, promosi terlihat lebih sebagai beban ketimbang peluang finansial.

Halaman Selanjutnya
img_title