Tantangan Menuju Net Zero Emission di Indonesia
- Freepik
Lifestyle – Upaya mencapai net zero emission menjadi salah satu agenda utama dunia untuk menekan laju perubahan iklim. Istilah net zero emission merujuk pada kondisi ketika jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer seimbang dengan emisi yang diserap kembali melalui berbagai mekanisme, seperti reforestasi, teknologi penangkapan karbon, dan pemanfaatan energi bersih.
Dengan kata lain, emisi yang dihasilkan sektor energi, industri, transportasi, dan aktivitas manusia lainnya harus ditekan hingga mendekati nol, sementara sisa emisinya dikelola agar tidak menambah beban pemanasan global.
Indonesia sebagai negara berkembang dengan kebutuhan energi yang terus meningkat menghadapi tantangan besar untuk mencapai target tersebut.
Pemerintah menargetkan net zero emission pada 2060 atau lebih cepat, namun transisi energi menuju penggunaan energi yang lebih bersih memerlukan perubahan struktural, termasuk reformasi kebijakan energi, investasi teknologi, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai di seluruh wilayah.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman sebagai Keynote Speaker pada Diskusi Panel 1, menyampaikan bahwa di tengah peningkatan konsumsi energi nasional dan upaya menuju net zero emission, gas bumi menjadi energi transisi yang sangat strategis.
Tantangannya adalah memastikan pasokan, infrastruktur, dan rantai pasok gas berjalan kuat agar dapat menopang pembangkit, industri, dan kebutuhan domestik secara berkelanjutan.
Pemerintah berkomitmen mewujudkan swasembada energi melalui peningkatan produksi migas, percepatan pembangunan infrastruktur gas, serta penguatan rantai pasok energi nasional yang didukung kolaborasi lintas sektor, regulasi yang adaptif, dan iklim investasi yang kondusif.