Mengenal Doom Spending, Tren Konsumtif Gen Z yang Bikin Dompet Jebol
- Freepik
Lifestyle – Fenomena perilaku finansial di kalangan anak muda terus mengalami perubahan, terutama dengan munculnya tren konsumsi baru yang sering dipengaruhi media sosial. Salah satu istilah yang belakangan ramai dibicarakan adalah doom spending, sebuah kebiasaan yang populer di kalangan Gen Z.
Istilah ini menggambarkan pola belanja berlebihan sebagai respons terhadap stres, kecemasan, atau perasaan tidak menentu mengenai masa depan.
Melansir dari The Guardian dan Business Insider, doom spending terjadi ketika seseorang memilih untuk menghabiskan uang pada barang atau pengalaman demi mencari kenyamanan instan, meskipun kondisi finansial sedang tidak ideal.
Gen Z cenderung rentan terhadap perilaku ini karena menghadapi tekanan ekonomi, biaya hidup yang tinggi, serta ketidakpastian masa depan akibat faktor global. Sayangnya, jika tidak dikelola dengan bijak, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kondisi keuangan jangka panjang.
Apa Itu Doom Spending?
Doom spending adalah istilah yang menggambarkan kebiasaan berbelanja secara emosional, terutama ketika seseorang merasa cemas atau pesimis terhadap masa depan. Berbeda dengan retail therapy yang lebih ke arah belanja untuk sekadar memperbaiki mood, doom spending cenderung dilakukan dengan intensitas lebih besar dan sering kali mengorbankan stabilitas keuangan pribadi.
Contoh perilaku doom spending bisa berupa sering membeli gadget terbaru, pakaian bermerek, nongkrong di kafe mahal, hingga berlibur tanpa perencanaan anggaran. Meski memberikan kesenangan sementara, kebiasaan ini berisiko menimbulkan utang atau kesulitan finansial jika dibiarkan berlarut-larut.