5 Ciri Financial Abuse yang Harus Anda Kenali agar Tidak Terjebak dalam Hubungan Toxic
- Freepik
Menghadapi financial abuse membutuhkan langkah yang hati-hati dan penuh kesadaran. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari tanda-tandanya sejak dini.
Pertama, jangan pernah menganggap kontrol berlebihan terhadap uang sebagai bentuk kepedulian. Pada kenyataannya itu bisa menjadi indikasi adanya kekerasan finansial.
Selain itu, penting untuk memisahkan keuangan pribadi agar tetap memiliki kemandirian. Jika memungkinkan, milikilah rekening sendiri sehingga Anda tetap memiliki akses terhadap dana pribadi tanpa campur tangan pasangan.
Langkah berikutnya adalah mencari dukungan. Jangan ragu untuk membicarakan situasi yang Anda alami dengan keluarga, sahabat, atau konselor, terutama jika merasa terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat. Dukungan dari orang terdekat sering kali menjadi kunci untuk membuka jalan keluar dari kondisi sulit.
Terakhir, jangan takut untuk mencari bantuan hukum. Financial abuse adalah bentuk kekerasan yang sah untuk dilaporkan, terutama bila sudah menimbulkan kerugian signifikan baik secara materi maupun psikologis. Melibatkan pihak berwenang bisa menjadi cara efektif untuk melindungi diri dan memutus siklus kekerasan.
Financial abuse sering kali tersembunyi di balik dalih “kepedulian” atau “aturan rumah tangga.” Padahal, tanda-tanda seperti membatasi akses keuangan, memaksa berutang, hingga menggunakan uang sebagai alat kontrol adalah bentuk kekerasan nyata.
Kenali tanda-tandanya sejak awal agar Anda bisa melindungi diri. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan kesetaraan—bukan dominasi melalui uang.