Suka Makan Pedas? Hati-Hati Bisa Bikin Gemuk!

Sambal bawang
Sumber :
  • X/hermawan_devina

Lifestyle –Banyak orang percaya bahwa makan pedas bisa membantu menurunkan berat badan karena dianggap mampu membakar lemak. Di sisi lain, ada pula yang merasa bahwa makanan pedas justru bikin mereka makan lebih banyak sehingga berat badan bertambah.

Jadi, sebenarnya mana yang benar? Apakah makan pedas bikin kurus atau justru bikin gemuk? Mari kita bahas secara ilmiah dan mendalam.

Di Indonesia, makanan pedas bukan sekadar menu, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dari sambal terasi, ayam geprek, hingga mie pedas, semuanya punya tempat di hati para pecinta kuliner. Banyak yang percaya, kalau sudah makan pedas, lemak akan terbakar karena tubuh terasa panas dan berkeringat.

Namun, ada juga yang berpendapat sebaliknya. Rasa pedas justru membuat mereka makan lebih banyak, terutama nasi putih, untuk mengurangi sensasi panas di mulut. Akibatnya, kalori yang masuk lebih banyak, berat badan pun naik. Kedua pendapat ini sebenarnya masuk akal, tetapi perlu kita lihat dari sisi ilmiah untuk tahu kebenarannya.

Bagaimana Rasa Pedas Memengaruhi Tubuh?

Rasa pedas berasal dari senyawa capsaicin yang ada pada cabai. Senyawa ini memicu reseptor panas di mulut dan lidah, sehingga tubuh merespons dengan meningkatkan aliran darah, detak jantung, dan suhu tubuh. Proses inilah yang membuat kita berkeringat setelah makan pedas.

Capsaicin juga dikenal bisa memicu thermogenesis, yaitu proses pembakaran energi untuk menghasilkan panas tubuh. Inilah yang sering dijadikan alasan mengapa makan pedas dianggap membantu membakar lemak. Namun, seberapa besar efeknya terhadap penurunan berat badan?