5 Tren Media Sosial yang Bikin Dompet Tipis, Hati-hati Terlilit Utang

Ilustrasi media sosial
Sumber :
  • Pixabay

Produk yang viral di media sosial, entah fashion, gadget, atau makanan kekinian, sering kali memicu keinginan impulsif. Diskon kilat atau promo terbatas semakin membuat orang tergoda. Sayangnya, sebagian besar barang tersebut hanya memuaskan keinginan sesaat, bukan kebutuhan jangka panjang.

Untuk menghindarinya, biasakan bertanya pada diri sendiri, apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini? Apakah nilainya sepadan dengan uang yang saya keluarkan? Latihan kecil ini bisa menekan kebiasaan belanja impulsif akibat tren.

3. Gaya Hidup "Healing" Berlebihan

Istilah healing kini populer di media sosial sebagai simbol merayakan diri. Mulai dari staycation, nongkrong di kafe estetik, hingga liburan ke luar kota, semua dikemas seolah menjadi kebutuhan rutin. Meski sesekali wajar, gaya hidup healing yang berlebihan bisa menguras tabungan secara cepat.

Alih-alih mengikuti tren healing setiap pekan, cobalah mencari alternatif yang lebih hemat, seperti jalan santai di taman kota, membaca buku favorit, atau memasak menu spesial di rumah. Intinya, healing tidak harus mahal untuk tetap bermakna.

4. Ikut Challenge

Banyak challenge di media sosial tampak seru, mulai dari mencoba makanan tertentu, memakai outfit trendi, hingga mengikuti kelas atau pengalaman baru. Meski terlihat menyenangkan, beberapa challenge justru memicu pengeluaran ekstra yang tidak terencana.