6 Strategi Agar Asetmu Gak Anjlok saat Pasar Berdarah

Ilustrasi investasi properti
Sumber :
  • Freepik

Lifestyle – Koreksi pasar sering menjadi momok bagi investor, terutama di tengah ketidakpastian global dan gejolak ekonomi. Ketika harga saham, kripto, atau reksa dana turun bersamaan yang terjadi kepanikan kerap mendorong keputusan emosional yang justru memperparah kerugian.

img_title Bitcoin Anjlok ke Level US$63.000, Masih Jadi Primadona Portofolio Anak Muda?

Padahal, koreksi pasar merupakan bagian alami dari siklus investasi. Volatilitas tidak selalu berarti kegagalan strategi. 

Sejumlah pendekatan yang tepat dinilai dapat menjadi pengaman bagi investor untuk menjaga nilai aset bahkan memperkuat posisi portofolio saat pasar sedang tertekan.

1. Perkuat Dana Darurat

img_title Cara Mengatur Portofolio Tetap Aman saat Pasar Amblas, Nomor 4 Belum Banyak Dilakukan Para Investor

Dana darurat menjadi benteng pertama saat pasar merah. Bank Indonesia merekomendasikan dana darurat setara 6–12 bulan pengeluaran rutin. Dengan cadangan ini, investor tidak perlu menjual aset di harga rendah hanya untuk memenuhi kebutuhan harian.

2. Diversifikasi Portofolio

Menempatkan seluruh dana pada satu instrumen meningkatkan risiko penurunan tajam. OECD menyarankan diversifikasi lintas aset, seperti saham, obligasi, emas, dan instrumen pasar uang. Diversifikasi membantu menahan guncangan ketika satu aset mengalami koreksi dalam.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Eksplorasi Mineral Kritis Jadi Kunci Sukses Hilirisasi, Ini 5 Peluang Cuan yang Menjanjikan