6 Strategi Agar Asetmu Gak Anjlok saat Pasar Berdarah
- Freepik
Lifestyle – Koreksi pasar sering menjadi momok bagi investor, terutama di tengah ketidakpastian global dan gejolak ekonomi. Ketika harga saham, kripto, atau reksa dana turun bersamaan yang terjadi kepanikan kerap mendorong keputusan emosional yang justru memperparah kerugian.
Padahal, koreksi pasar merupakan bagian alami dari siklus investasi. Volatilitas tidak selalu berarti kegagalan strategi.
Sejumlah pendekatan yang tepat dinilai dapat menjadi pengaman bagi investor untuk menjaga nilai aset bahkan memperkuat posisi portofolio saat pasar sedang tertekan.
1. Perkuat Dana Darurat
Dana darurat menjadi benteng pertama saat pasar merah. Bank Indonesia merekomendasikan dana darurat setara 6–12 bulan pengeluaran rutin. Dengan cadangan ini, investor tidak perlu menjual aset di harga rendah hanya untuk memenuhi kebutuhan harian.
2. Diversifikasi Portofolio
Menempatkan seluruh dana pada satu instrumen meningkatkan risiko penurunan tajam. OECD menyarankan diversifikasi lintas aset, seperti saham, obligasi, emas, dan instrumen pasar uang. Diversifikasi membantu menahan guncangan ketika satu aset mengalami koreksi dalam.