Penelitian: Ibu yang Sering Konsumsi Parasetamol Saat Hamil Sebabkan Risiko Anak Lahir ADHD

Ilustrasi ibu hamil
Sumber :
  • Freepik

Namun, penelitian ini tidak memperhitungkan seberapa sering ibu mengonsumsi parasetamol. Para peneliti mencatat bahwa pengukuran ini mungkin hanya mencerminkan penggunaan beberapa hari sebelum pengambilan darah, dan bisa lebih banyak menangkap pengguna parasetamol yang rutin dibanding yang jarang. Hal ini karena mereka mengukur tanda-tanda parasetamol dalam darah hanya pada satu waktu untuk setiap ibu, dan tanda-tanda ini bertahan sekitar tiga hari.

Perdebatan antar peneliti terkait efek samping paracetamol

“Mereka belum bisa memperhitungkan alasan ibu mengonsumsi [parasetamol], seperti sakit kepala, demam, nyeri, atau infeksi, yang kita tahu merupakan faktor risiko untuk perkembangan anak yang buruk,” Viktor Ahlqvist dari Karolinska Institute juga menunjukkan.

Artinya, kemungkinan apa pun yang membuat seseorang mengonsumsi parasetamol justru merupakan faktor risiko sebenarnya untuk ADHD, bukan obatnya.

Namun, analisis sampel jaringan dari 174 plasenta peserta menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol memicu perubahan metabolik dan sistem imun.

Dr. Baker mengatakan ada banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa aktivasi sistem imun yang meningkat selama kehamilan berhubungan dengan gangguan perkembangan saraf.

Ia menyarankan agar badan kesehatan terus meninjau penelitian terkait penggunaan obat pereda nyeri selama kehamilan dan memperbarui panduan mereka.