Kehilangan Anak Lebih Menyakitkan bagi Orang Tua
- Freepik
Psikolog klinis dan penulis buku The Defining Decade, Dr. Meg Jay, pernah mengatakan bahwa kedewasaan adalah proses berdamai dengan realita yang tidak selalu sesuai harapan. Salah satu realita paling pahit adalah duka akibat kehilangan anak, yang meninggalkan bekas luka batin hampir permanen.
Mengapa Kehilangan Anak Lebih Mengerikan?
Secara alami, anak kehilangan orang tua dianggap wajar. Namun orang tua kehilangan anak terasa melawan alur kehidupan. Seorang anak adalah simbol masa depan, harapan, dan kelanjutan hidup. Saat anak pergi terlebih dahulu, orang tua bukan hanya kehilangan sosok, tetapi juga kehilangan makna, rencana, dan cita-cita yang sudah mereka bangun.
Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology menemukan bahwa kehilangan anak berhubungan erat dengan turunnya rasa makna hidup. Hal ini karena identitas orang tua sering kali sangat melekat pada keberadaan anak. Ketika anak hilang, identitas itu ikut goyah.
Dampak Fisik dan Psikologis yang Berat
Kehilangan anak bukan sekadar rasa sedih. Banyak penelitian menunjukkan bahwa duka orang tua bisa memicu gangguan kesehatan serius.
- Sebuah studi besar yang dipublikasikan oleh Time di tahun 2022 lalu menemukan bahwa ibu yang kehilangan anak memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan kematian dini dibandingkan kehilangan anggota keluarga lain.
- Melansir Verywell Health, kehilangan anak kerap menimbulkan complicated grief, proses duka yang berkepanjangan, tidak linier, dan bisa berlangsung seumur hidup.