Mengapa Lebih Mudah Marah ke Orang Terdekat daripada ke Orang Asing?

Ilustrasi pasangan adu argumen
Sumber :
  • Freepik

LifestyleApakah pasangan atau anggota keluargamu sering jadi “tempat pembuangan emosi”? Jika kamu merasa lebih sering bersikap tidak sabar atau mudah marah kepada orang terdekat. Sementara kepada orang asing justru bisa lebih ramah, penyebabnya ternyata lebih berkaitan dengan cara kerja otak daripada sekadar soal sikap.

img_title Jangan Sampai Salah Pilih! Ini 5 Financial Red Flags Pasangan yang Harus Terlihat Sebelum Menikah

Membahas dilema ini dan alasan mengapa kita sering lebih toleran pada orang asing seperti rekan kerja, coach relationship Kyle Cox, yang kerap membagikan wawasan soal masalah relasi, pada postingan 25 Agustus mengungkap tiga alasan mengapa hal ini bisa terjadi seperti dilansir dari laman Hindustantimes, Selasa 30 September 2025.

1. Uji Rasa Aman secara Emosional

Cara otak kita bekerja berbeda tergantung dengan siapa kita berinteraksi. Kyle menjelaskan bahwa otak akan lebih santai bersama orang yang kita percayai.

img_title Sering Ribut Soal Uang? Saatnya Terapkan Couple Budgeting

“Otakmu tahu orang-orang ini tidak akan meninggalkanmu, jadi ia menurunkan ‘topeng sosial’-nya. Dengan orang asing, korteks prefrontal tetap waspada penuh, menyaring setiap hal. Dengan orang terdekat, otakmu rileks, emosi mentah pun keluar. Kamu bukan jahat, kamu hanya ‘tanpa filter’,” kata dia.

Rasa percaya ini begitu dalam hingga kamu tahu ucapanmu tidak akan membuat mereka menjauh. Sebaliknya, dengan orang asing, otak tetap berada di zona aman yaitu mode sopan. Pikiran pun tersaring sebagai bentuk perlindungan diri dari penilaian orang lain.

2. Penumpukan Pemicu karena Kedekatan

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Memahami Pentingnya Proteksi dan Kenyamanan dalam Hubungan di Era Modern